Bata-Bata; Lestarikan Tradisi I’lan Alfiyah Ibn Malik

Ilan-Alfiyah-Ibnu-Malik-Pondok-Pesantren-Mambaul-Ulum-Bata-Bata-4
Prosesi I’lan

Bata-Bata — Untuk kesekian kalinya Pondok Pesantren Mambaul Ulum-Bata-Bata sukses menggelar I’lan Alfiyah ibn Malik kamis (14/4). Acara yang diletakkan di mushallah tersebut diikuti 10 Mu’linin (peserta i’lan). Acara i’lan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri seluruh santri dan wali santri Mu’linin.

Rosyidi selaku koordinator i’lan mengatakan, i’lan tersebut sangat penting bagi santri, karena selain menyangkut legalitasnya sebagai santri kegiatan ini juga merupakan warisan dari RKH. Abd. Majid (pendiri PP. Mambaul Ulum Bata-Bata). Bahkan pengasuh pertama tersebut pernah berdawuh “santri yang tidak i’lan al-fiyahbagai telur yang busuk”.  “I’lan ini sangat penting bagi santriuntuk bisa membaca dan memahami kitab kuning secara mendalam” tegasnya.

Ilan-Alfiyah-Ibnu-Malik-Pondok-Pesantren-Mambaul-Ulum-Bata-Bata-3

Antusiasme santri Pondok Pesantren MambaulUlum-Bata-Bata untuk menghafal kitab Alfiyah Ibnu Malik memanglah cukup tinggi. Hal ini terbukti pada setiap menjelang libur pesantren cukup banyak santri yang i’lan kitab al-fiah ibnu malik dan kitab-kitab yang lain. Kitab al-fiah ibnu malik sendiri selain sudah menjadi tradisi bagi santri bata-bata juga di madarsah menjadi persyaratan untuk bisa mengikuti ujian smester bagi kelas X MA B. “jadi, bagi santri yang ingin melanjutkan sekolah ke MA B harus i’lan dulu” terangnya.

Tidak hanya nadhom al-fiyah. Dalam i’lan kali ini ada dua santri yang i’lan tiga kitab sekaligus, yakni kitab Al-fiah ibnu Malik, Nadhom Maqsud, dan Nadhom Al-imrithi. “kami harap mereka tidak hanya hafal, tapi juga bisa mengamalkannya” tandasnya. (bata-bata.net)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sinema izle