Cerita Anies Baswedan : Kenapa Saya Diberhentikan Jadi Menteri

cerita-anies-baswedan-kenapa-saya-diberhentikan-jadi-menteri

Congkop.com- Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengaku tidak mengetahui alasan Presiden Joko Widodo menghentikan posisinya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. “Kenapa diberhentikan? Saya juga tidak tahu. Tidak pernah tanya. Hanya Allah dan Pak Presiden yang tahu,” kata Anies dalam seminar pendidikan dan pelatihan nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Anies mengungkapkan ceritanya itu bukan atas inisiatifnya. Seorang anggota wanita HIPMI asal Lampung bernama Melly, yang juga merupakan seorang kader Partai Golkar, mempertanyakan alasannya diberhentikan jadi menteri.

Anies mengungkapkan detik-detik sesaat sebelum diberhentikan itu. “Pak Jokowi mengatakan kepada saya bahwa tugasnya cukup sampai di sini,” ujar dia. Sebagai seorang anak bangsa, Anies berujar dirinya merasa terhormat telah mengurus pendidikan dan kebudayaan. Dia meyakini bahwa Jokowi telah mengambil keputusan untuk kebaikan pemerintahan yang menyeluruh. “Saya kenal Pak Jokowi cukup baik,” katanya.

Anies menuturkan, dia selama ini tidak pernah membayangkan akan menjabat sebagai menteri. Kemudian, Anies melempar guyonan bahwa bayangannya itu akan berbeda jika seandainya ia diberhentikan sebagai seorang suami. “‘Cukup di sini’. Wih repot urusannya. Tapi kalau jadi menteri, pejabat negara tau kok batasannya. Biasa saja lah. Enggak terlalu rumit,” tuturnya.

Setelah kembali menjadi seorang warga negara biasa, Anies mengaku lebih banyak memiliki kegiatan di luar. Ia berkeliling ke mana saja dan bertemu dengan teman-teman lamanya yang tak sempat dijumpai ketika bertugas di kabinet. “Jadwal lebih sibuk sesudah tak jadi menteri,” kata dia diiringi tawa dari hadirin seminar.

Anies menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan selama dua tahun dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Ia resmi diberhentikan Jokowi dalam perombakan kabinet jilid dua, pada 27 Juli 2016. Posisinya kemudian digantikan oleh Muhadjir Effendy, Ketua Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Sumber : Tempo

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *