Inilah Bukti Kekecewaan Rosulullah Kepada Manusia!!!

Mengenal-Putra-dan-Putri-Rasulullah

Al-Qur’an adalah pedoman bagi umat manusia. Salah satu Surahnya adalah Ar-Rahman. Surat adalah salah satu Surat Al Quran yang unik. Bagaimana tidak, di dalam surat tersebut terdapat satu ayat yang diulang-ulang, yaitu ayat: فَبِأَيِّ الآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبّان

Maka nikmat tuhanmu mana lagi yang kau dustakan.

Ayat tersebut diulang berkali-kali dalam Surat Ar Rahman. Bahkan, penyebutannya di lakukan secara bergantian mulai dari ayat ke 13 hingga akhir surat.

Dalam Kitab Tafsir Jalalain dijelaskan: ذكرت احدى و ثلاثين مرة

(Ayat tersebut) dituturkan sebanyak 31 kali.

والإستفهام فيها للتقرير

Dan kalimat tanya di dalamnya (Surat Ar Rahman) itu untuk menetapkan.

Artinya, ayat tersebut memang berupa istifham (kalimat tanya) namun tujuannya bukan untuk bertanya, melainkan menetapkan bahwa mereka (manusia dan jin) itu benar-benar mendustakan nikmat Allah yang maha agung.

Selain istifham yang tidak membutuhkan jawaban dan disebutkan berulang-ulang, sisi lain yang menarik dalam surat ini adalah penggunaan dhomir khitob Tatsniah, yaitu kata ganti untuk dua orang yang diajak bicara. Dalam hal ini, Imam Jalaluddin Al Mahalli menjelaskan:

(رَبِّكُمَا) اى أيها الإنس و الجن

(Kamu berdua sekalian) maksudnya wahai manusia dan jin.

Jadi surat tersebut diwahyukan kepada Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasalam bukan hanya sebagai peringatan bagi manusia, melainkan jin pun juga menjadi sasaran khitobnya, menjadi sasaran pembicaraan.

Ada kisah yang menarik mengenai dua golongan yang menjadi sasaran pembicaraan wahyu tersebut, yaitu jin dan manusia. Termaktub dalam sebuah hadits:

روى الحاكم عن جابر قال قرأ علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم سورة الرحمن حتى ختمها ثم قال: ما لي أراكم سكوتا للجن كانوا أحسن منكم ردا ما قرأت عليهم هذه الاية من مرة (فَبِأَيِّ الآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبّان) إلا قالوا ولا بشيء من نعمك ربنا نكذب فلك الحمد

Hakim meriwayatkan dari Jabir, bahwasannya ia berkata: Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam telah membacakan kepada kita Surat Ar Rahman hingga menghatamkannya. Kemudian beliau berkata: Aku tak habis pikir (mengapa) kamu sekalian diam kepada jin. Mereka (golongan jin) lebih baik seruan jawabannya dari pada kamu (manusia), aku tidak membaca sekalipun ayat: فَبِأَيِّ الآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبّان kecuali mereka menjawab: dan tidak sesuatu pun (yang kami syukuri) dari nikmat-nikmatmu, wahai Tuhan kami, kami benar-benar mendustakannya, maka bagimulah segala puji.

Dari hadits di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu ketika Rasulullah mengutarakan kekecewaan beliau kepada manusia karena diamnya mereka terhadap Firman Allah yang begitu keras menyindir mereka. Manusia memilih apatis, tak menghiraukan FirmanNya. Rasul lalu berkata,

“Aku tak habis pikir mengapa engkau diam saja kepada jin”.

Kekecewaan Rasulullah semakin terlihat dengan perkataan beliau, “Sungguh, mereka (golongan jin) lebih baik dari pada kamu sekalian.”

Hal itu diucapkan beliau bukan tanpa dasar. Beliau menjelaskan bahwa golongan jin ketika dibacakan ayat: فَبِأَيِّ الآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبّان Mereka lalu berseru dengan penuh penyesalan, “Bahkan, tidak sesuatu pun (yang kami syukuri) dari nikmat-nikmatmu, wahai Tuhan kami, kami benar-benar mendustakannya, maka bagimulah segala puji.”

Kisah diatas membuktikan kepada kita betapa lalainya manusia terhadap kenikmatan yang dikaruniakan oleh Allah. Dan akibat itu pula derajat manusia lebih rendah dari pada golongan jin sebab kelalaiannnya. Sungguh, kenyataan yang memang mengecewakan Rasulullah.

Cerita tersebut juga memberikan pelajaran bahwa betapa agungnya Al Quran. Al Quran sebagai “bacaan lintas  alam” tidak hanya diperuntukkan kaum manusia saja, melainkan untuk jin sebagai makhluk yang juga ciptaan Tuhan. Hal ini mengukuhkan Nabi Muhammad yang bukan hanya seorang nabi. Melainkan juga rasulu rabil ‘alamin, utusan Tuhan semesta alam.

Sumber:un.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *