Mengapa Harus Terjadi Ijtihad? Inilah Sejarahnya.

ij

congkop.com. Jika kita melihat sejarah nabi tentunya proses itjtihad telah di mulai dari masa tersebut. Permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan hukum semuanya telah diatur sedemikian rupa oleh wahyu baik al-Quran maupun al-Sunnah. Juga tindakan–tindakan pemutusan hukum yang dilakukan oleh sahabat, khusus nya peristiwa–peristiwa yang terjadi di luar Madinah, segera di laporkan kepada beliau untuk mendapatkan persetujuan atau bahkan peneguran jika nantinya ijtihad para sahabat itu menyimpang dari benar.

Nah,hal yang semacam ini berubah ketika Nabi Muhammad SAW telah wafat. Karena rujukan utama mereka telah tiada, maka fatwa atau putusan para sahabatlah yang menempati posisi puncak dalam penetapan hukum. Untuk setiap kasus yang telah di atur sebelumnya, mereka senantiasa mengindahkan nash. Namun jika ada masalah baru yang sebelumnya belum mereka ketahui, mereka harus berupaya mencetak hukumnya dari petunjuk yang diberikan secara tidak langsung oleh nashal-Quran dan al-Sunnah. Upaya semacam inilah yang selanjutnya dikenal dengan Ijtihad.

Will-Ijtihad-Pave-the-Way-for-a-Universal-Islam-300x200

Seiring berjalannya waktu, umur para sahabat-pun menyusul baginda Nabi Muhammad Saw. Sebelum berkembang dan meluasnya wilayah kekuasaan Islam upaya para sahabat awalnya sangat terbatas sesuai tuntutan yang ada. Namun setelah itu tuntutan semakin meningkat akibat semakin luasnya wilayah Islam. Serta dalam mengemban tanggung jawab untuk pen-fatwaan dan penataan hukum, para sahabat semakin banyak menghadapi permasalahan–permasalahan yang tidak mereka temukan dalam nash. Dari itulah sering terjadi Ijtihad agar permasalahan–permasalahan yang baru, dapat teratasi. Lalu  hal yang seperti itu kemudian di jalani oleh tabi’in dan kemudian di lanjutkan oleh para mujtahid[1].

[1]Dr.Lahmuddin Nasution, Pembaruan Hukum Islam Dalam Mazhab Syafi’i P.61-63

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *