Inilah Cara Berwudhu’ Bagi Da’imul Hadas (Orang Selalu Hadats)

w1

Cara Wudhu’

  • Menghadap kiblat sambil lalu,
  • Membaca ta’awwudz dan basmalah bersamaan membasuh kedua telapak tangan sampai pada kepergelangan tangan. Kemudian membaca do’a :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ اْلمَاءَ طَهُوْراً وَاْلإِسْلاَمَ نُوْراً ، الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَنِعْمَتِهِ ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ ، اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهَ وَاَنِّ مُحَمَّدًا رَسُوْلَ اللهِ

  • Kemudian menyela-nyela jari tangan dengan cara tasybik (mengangkit) disertai niat dalam hati melaksanakan kesunnahan wudhu’.
  • Berkumur, yaitu memasukkan air kedalam mulut kemudian dikeluarkan.
  • Menghirup air dari hidung kemudian dikeluarkan.
  • Melafadzkan niat wudhu’ sebelum membasuh muka.
  • Mebasuh muka yang disertai niat wudhu’ dan sunnah membaca do’a :

اْللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تُبَيَّضُ وُجُوْهٌ وَتُسَوَّدُ وُجُوْهٌ

  • Mengusap tempat mengalirnya air mata.
  • Membasuh kedua tangan sampai pada pergelangan tangan sambil lalu hukumyna sunnah digosok dan memanjangkan pembasuhan tangan sampai pada kedua bahunya. Begitupula hukumnya sunnah membaca do’a berikut ini ketika membasuh tangan :

اللَّهُمَّ اَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِينِى وَحَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرًا

w

Dan ketika membasuh tangan kiri sunnah membaca do’a :

اللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِي كِتَابِي بِشِمَالِي وَلاَ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى

  • Mengusap sebagian kepala, dan hukumyna sunnah meratakan pengusapan pada seluruh kepala, dengan cara mempertemukan dua tulunjuknya di dahi sedangkan kedua jempolnya diletakkan di pelepis. Dan sunnah membaca do’a :

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلَى النَّارِ

  • Mengusap dua telinga dengan air yang baru. Dan sunnah membaca do’a :

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ فَيَتْبَعُوْنَ أَحَسَنَهُ

  • Membasuh kedua kaki sampai mata kaki, sambil lalu hukumnya sunnah memanjangkan pembasuhannya sampai pada kedua betis dan menyela-nyela jari kaki. Dan sunnah membaca do’a :

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِى عَلَي الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزِلُّ فِيْهِ اْلاَقْدَامُ

  • Membaca do’a dengan menghadap kiblat sebagai berikut :

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهَ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ اَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ

Cara Wudhu’ bagi Da’imul Hadas (Selalu Hadas)

  1. Berwudhu’ sesudah masuk waktu shalat.
  2. Membasuh penis atau vaginanya kemudian membungkus atau menyumbat dengan semacam plastik dan kapas. Hal ini jika tidak membahayakan.
  3. Berwudhu’ dengan berniat نَوَيْتُ اِسْتِبَاحَةَ مُفْتَقِرٍ إِلَى وُضُوْءٍ. Dan setelah ia sembuh dari kelanggengan hadasnya, maka ia wajib mengulangi shalatnya.
  4. Wudhu’nya cuma bisa digunakan dalam satu shalat fardhu dan beberapa shalat sunnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sinema izle