Kisah Isra’ Mi’raj : Rasulullah Saw diperebutkan Bumi dan Langit.

langit-malam

Congkop.com – Ternyata bukan saja manusia yang merindukan dan bangga dgn Rasulullah saw, akan tetapi Langit pun menginginkan Rasulullah saw.

Kisah ini tidak asing ditelinga para santri. Diawali perdebatan antara bumi dan langit yang bangga (Syukur) dengan keindahan yang telah Allah berikan.

Bumi berkata:“Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain.”

Berkata langit, “Hai bumi, aku juga lebih indah dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, ‘arasy, kursi dan syurga ada padaku.”

Berkata bumi, “Hai langit, ditempatku ada rumah (baitullah) yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para rasul dan para wali dan solihin (orang-orang yang baik).”

Langit menjawab: “Di Baitul Makmur para malaikat langit juga bertawaf.Lalu di syurga arwah para nabi,rosul,wali,dan orang-orang sholeh berada.

Bumi berkata lagi, “Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari’atnya juga di tempatku.”

Langit terdiam tidak bisa menjawab perkataan bumi. Ia merasa memang Rasulullah SAW tidak ada bandingannya dengan apapun di jagat raya ini.Ia merasa lemah lalu menghadap Allah SWT dan berkata,
”Tuhanku,Engkau Maha Memperkenankan yang mengalami kesulitan yang berdoa pada-Mu.Saya merasa lemah tidak bisa menjawab perkataan bumi.
Saya mohon naikkan sayyidina Muhammad SAW kepadaku(ke langit) yang membuatku mulia,sebagaimana Engkau telah membuat bumi gembira dengan keindahan Rasul dan karenanya bumi menjadi mulia.”

Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibril A.S pada malam tanggal 27 Rajab, “Janganlah engkau (Jibril) bertasbih pada malam ini dan engkau ‘Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini.”

Jibril A.S. bertanya, ” Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?”
Allah S.W.T berfirman,
“Tidak, wahai Jibril. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq lalu pergilah kepada Muhammad dengan buraq itu.”
Kemudian Jibril A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-senang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibril A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibril A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, “Mengapa engkau menangis, ya buraq?”
Berkata buraq, “Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan.”
Berkata Jibril A.S.,”Saya akan melepas rindumu itu, kepada orang yang engkau rindukan.”
Kemudian Jibril A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W.
Wallahu’alam.

Disadur dari Kitab Durrotun Naasikhin,hal 117.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sinema izle