Beragam Nama Ka’bah dalam AI-Qur’an

kq

congkop.com. Ka’bah disebut juga baitullah (Rumah Allah, Baitui Atiq, Baitullah al-Haram, Qiblah, Khumsa al Bait. Nama-nama ini sering dipergunakan di dalam Al-Qur’an atau keterangan hadis sehingga tidak asing lagi di telinga kita.

Baitullah

Baitullah (Rumah Allah). Nama Baitullah dinisbatkan pada Dzat Allah. Nama ini diambil dari QS Al-Baqarah {2}.125. Hal ini menunjukan betapa agung dan mulianya Ka’bah. Setiap nama atau tempat yang dinisbatkan kepada Allah pasti memiliki keistimewaan, semisal Dloifullah (Tamu Allah), Syahrullah (Bulan Allah). Sedangkan, Ka’bah disebut dengan Baitullah (Rumah Allah) sehingga sudah seharusnya semua yang hadir di Ka’bah tunduk serta memuliakan-Nya.

Ka’bah

Disebut Ka’bah karena bentuknya persegi empat. Dalam literatur Arab, bentuk bangunan yang persegi empat disebut dengan ka’bah. Kemudian bangunan Ka’bah karena terpisah dengan bangunan lainnya.

AI-Baitul `Atiq

Al-Baitul Atiq (Rumah Pusaka). Kita sering berdoa, “Ya Rabb al-Baiti al-Atiq. ”

Dinamakan Baitul Atiq karena Baitullah salah satu tempat ibadah yang tidak boleh dimiliki oleh siapa pun. Barang siapa yang masuk ke dalamnya, maka akan aman.

Adapun negara atau orang yang berkhidmah terhadap Ka’bah adalah orang yang telah ditunjuk secara turun-temurun.

Baitul Haram

Ka’bah sering kali disebut dengan Al-Haram. Orang Arab yang bermukim  di Makkah menyebutnya dengan istilah Haram karena lebih mudah dan lebih sederhana.

Dalam percakapan sehari-hari, penduduk Makkah lebih sering mengunakan istilah “al-Haram”.

Al-Bait

Al Bait juga adalah salah satu nama dari Ka’bah. Di atas kita sebut dengan Baitullah, nisbat makhluk pada dzat-Nya, kemudian Al-Bait berasal dan bait (rumah), namun ditambah dengan “al” yang berarti ma’rifah’ (mempunyai makna khusus) yang menunjuk pada arti Baitullah.

Al-Bait (Baitullah) ini ditegaskan dalam Al-Quran yang artinya, “Sesungguhnya rumah [al-Bait] yang pertama kali dibangun untuk tempat beribadah manusia adalah Baitullah yang di Bakkah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia.”

Qiblah

Ka’bah juga sering disebut qiblah karena Ka’bah sebagai pusat beribadah semua umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Mereka hadir dalam satu tempat dengan niat yang sama serta dalam pakaian yang sama. Makkah menjadi kiblat umat Islam sepanjang zaman.

Terlepas dari banyaknya nama, berdoa di sekitar Baitullah sangat mustajab, lebih-lebih di dalam Baitullah. Tidak semua orang bisa berdoa di dalam Baitullah, kecuall raja-raja dan pembesar kerajaan serta tamu-tamu negara Arab Saudi. Mereka diberi kesempatan masuk Baitullah.

Nabi  pernah masuk Baitullah ketika Fathu Makkah dan shalat di dalamnya. Sunnah hukumnya masuk Baitulah. Imam Muslim menyebutkan teks hadisnya dalam bab Al-Hajj, bab istihbab dukhuli al-Ka’bah lil Hajj wa Ghoiruhu.

(disadur dari, Makkah Keajaiban dan Keagungan Kota Suci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sinema izle