Amalan-Amalan Istimewa pada Malam Nisfu Sya’ban

wallpaper-puasa-syaban

congkop.com. Selain malam Lailatul Qodar, malam di mana Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang mau melakukan ibadah dan memohon ampun kepada-Nya.

Sekecil apapun nilai ibadah dan amal baik yang dilakukan, tetapi sangatlah besar nilainya dihadapan Allah SWT jika  melakukannya secara ikhlas hanya untuk Allah SWT.
Untuk itu, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dalam memperingati malam Nisfu Sya’ban, kita bisa melaksanakan ibadah dan amalan baik apapun yang dikehendaki, asalkan bisa benar-benar melaksanakan amalan tersebut dengan niatan sebagai wujud syukur, mengharap rohmat-Nya, serta benar-benar lillahi ta’ala.

Inilah Amalan  yang dilaksanakn pada Malam Nisfu Sya’ban
1. Membaca Surat Yasin Sebanyak 3 Kali
Ini adalah amalan yang banyak dilakukan di pondok-pondok pesantren, perkampungan, dan beberapa majlis keagamaan lainnya. Biasanya dilakukan secara berjama’ah di dalam masjid atau mushollah yang dipimpin oleh seorang ustadz atau kyai. Jika  tidak sempat bergabung dengan para jama’ah,  bisa membacanya sendiri di rumah.

Biasanya, pembacaan surat Yasin pertama ditujukan agar  senantiasa diberikan ketetapan iman dan islam sampai akhir hayat. Pembacaan yasin kedua, ditujukan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa, baik dosa masa lalu maupun dosa masa yang akan datang, baik dosa kecil maupun dosa besar. Pembacaan surat Yasin ketiga ditujukan agar keluarga senantiasa di beri kesehatan lahir maupun batin serta dilapangkan rizkinya.

2. Perbanyak Qiyamul Lail
Qiyamul Lail artinya melaksanakan ibadah di tengah malam di mana semua orang terlelap tidur, melaksanakan sholat malam dan membaca beberapa wirid.

Trkait malam Nisfu Sya’ban, lakukan qiyamul lail dengan niat dan dasar syukur kepada Allah SWT, rasa hormat pada malam-Nya yang mulia ini, serta mengharap rohmat dan ampunan-Nya.

3. Perbanyak Membaca Istighfar
Akuilah bahwa kita adalah hamba-hamba-Nya yang selalu berdosa kapan pun dan di mana pun. Atas dasar syukur dan hormat pada malam-Nya yang mulia ini, memohonlah ampunan kepada-Nya. Yakinlah bahwa Dia akan mengampuni dosa-dosa kita sebesar atau sebanyak apapun kita berdosa.

4. Bershodaqoh
Jika  tidak sempat melakukan 3 amalan di atas, mungkin karena sibuk bekerja dan sudah merasa payah saat pulang, maka wujudkan peringatan malam Nisfu Sya’ban dengan harta. Bersedekahlah kepada orang yang membutuhkan dengan niat dan dasar syukur kepada Allah SWT, rasa hormat pada malam-Nya yang mulia ini, serta mengharap rohmat dan ampunan-Nya.

Untung-untung bisa bershodaqoh sirri (shodaqoh rahasia) di mana tidak ada seorang pun yang tahu bahwa kita telah bershodaqoh. Jangan pernah beranggapan bahwa shodaqoh bisa dilakukan kapan saja, tetapi ini demi wujud syukur dan hormat pada malam Nisfu Sya’ban.

ssy

5. Berpuasa
Jika memiliki waktu luang, maka bisa melakukannya dengan melakukan puasa di bulan Sya’ban. Tak peduli jika ada ulama’ yang menghukumi makruh memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, yang penting berpuasa memang untuk mengharap rohmat dan ampunan-Nya.

Ingatlah bahwa nilai ibadah yang sesungguhnya bukan dari banyak atau sedikitnya ibadah yang dilakukan, bukan karena surga atau neraka, bukan karena pahala, bukan karena penggugur kewajiban, bukan karena sunnah, dan bukan karena orang lain, tetapi dari keadaan hati  benar-benar melakukan ibadah hanya ikhlas untuk-Nya.

Dalil Dari Kelima Amalan di atas 
Di sini, tidak mengambil dalil naqli yang menerangkan apa amalan khusus di malam Nisfu Sya’ban. Tetapi, mari kita gunakan logika untuk menemukan amalan yang cocok bagi kita, karena akal adalah anugerah besar yang diberikan Allah kepada manusia agar kita bisa menjadi hamba yang pandai bertafakkur dan bersyukur.

Hanya saja ada 2 hadist yang sifatnya umum yang bisa digunakan sebagai dalil untuk melaksanakan ibadah apapun kepada Allah. Dalam sebuah hadist, Rosulullah SAW bersabda:

إنما الأعمال بالنيات
“Kesempurnaan amal ibadah itu tergantung pada niatnya”

Artinya, jika melaksanakan amal atau ibadah hanya untuk Allah SWT, maka itulah amal yang sempurna di sisi-Nya, karena hakekat ikhlas adalah ikhlas untuk Allah, bukan karena ingin pahala ataupun surga, bukan karena takut dosa ataupun neraka.

Rosulullah SAW juga bersabda :
الفاجر الراجي رحمة الله تعالى اقرب الى الله تعالى من العبد المقنط

“Seseorang yang berbuat maksiat yang berharap akan rohmat Allah Ta’ala lebih dekat dari Allah Ta’ala dari pada seorang hamba yang berputus asa (memutuskan rohmat-Nya)”.

Artinya, tidak peduli seberapa besar atau kecil ibadah yang kita lakukan di malam Nisfu Sya’ban, jika benar-benar mengharap rohmat-Nya, maka bukan ibadah yang bernilai di sisi-Nya, tetapi harapan untuk mendapatkan rohmat dan ampunan-Nya adalah nilai yang besar di sisi-Nya.

sumber:pelangiblog.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *