Keresahan Sang Khalifah Al Mu’tadhid tentang “Baitul Mal” yang Nyata Terjadi

k

congkop.com. Pada Tahun 289 H . Shafi Al-Jurmi bercerita, “Aku bersama Al Mu’tadhid berkunjung ke rumah Sya’ts. Saat itu Ja’far Al-Muqtadir, anaknya, sedang duduk di dalam rumah itu.

Di sekelilingnya ada sekitar sepuluh budak wanita dan anak-anak seusianya. Ia menghadapi sebuah nampan dari perak yang berisi setandan anggur. Padahal, ketika itu harga anggur sangat mahal. Ja’far memakan sebuah anggur dan membagikan yang lainnya kepada teman-temannya.

Al-Mu’tadhid meninggalkannya dan duduk di salah satu sisi rumah tersebut dalam keadaan bingung dan sedih.

‘Ada apa wahai Amirul Mukminin?’ tanyaku.

‘Sial, seandainya tidak karena takut api neraka dan aib di kalangan manusia, aku pasti akan membunuh anak itu. Kalau anak itu terbunuh, pasti ada kemaslahatan bagi umat ini.’

‘Semoga Allah melindungimu dari hal itu, wahai Amirul Mukminin,’ kataku.

‘Engkau tidak tahu wahai Shafi, anak ini memperlihatkan kedermawanan ketika aku melihatnya bersama anak-anak yang lain. Padahal, tabiat anak-anak pada umumnya itu pelit. Tapi anak ini justru sangat dermawan. Setelahku, orang-orang akan memilih anakku sebagai pemimpin. Al-Muktafi akan memerintah setelahku, namun hari-harinya tidak panjang karena penyakit yang dideritanya—yaitu penyakit TBC.

Setelah ia meninggal, yang akan menggantikannya adalah Ja’far, anak itu. Bila dia yang memimpin, harta baitul mal akan habis dan berpindah ke tangan para selir. Karena kecintaannya kepada mereka dan sikapnya yang lebih meniru mereka, urusan-urusan kaum muslimin akan dilalaikan. Benteng-benteng pertahanan akan dikosongkan dari penjaga dan fitnah akan banyak terjadi,’ kata Mu’tadhid resah.”

“Demi Allah, aku telah menyaksikan apa yang diucapkan Al-Mu’tadhid benar-benar terjadi persis seperti yang diucapkannya,” cetus Shafi.

 

sumber: Disadur dari;  Ajaib wa Tharaif Ibrat-Tarikh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sinema izle