9 Hal Yang Dapat Membatalkan Puasa.

9batalpuasa-compressor

Hal yang membatalkan puasa.

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah menurunkan banyak rahmat dan keistimewaan bagi umat muslim. Bahkan di bulan inilah pintu surga di buka dan pintu neraka di tutup. Seperti yang diriwayatkan dalam hadits sahih imam Bukhori wa Muslim. Rasulullah SAW bersabda :

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة , وغلقت أبواب النار
, وصُفِّدت الشياطين

“Ketika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu”
 
Berbicara tentang bulan Ramadhan. Tentu bagi umat muslim diwajibkan untuk berpuasa. Berpuasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib. Nah, sebelumnya, mungkin ada yang bertanya seperti ini:
 
“Sebenarnya puasa itu apa sih?”
 
Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu baik dari makanan maupun perkataan. Sedangkan menurut agama, puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya dari mulai dari terbitnya fajar sodiq (masuk waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu maghrib).
 
Nah, dari pengertian diatas disebutkan kalau puasa adalah menahan dari hal yang membatalkannya. Berarti sebelum kita melaksanakan kewajiban kita yaitu berpuasa, tentu kita harus tahu terlebih dahulu apa saja yang membatalkan puasa. Akan sangat aneh jika kita puasa tapi tidak tahu apa saja yang membatalkannya. 
 
Di artikel kali ini, kami akan mencoba menjelaskan hal-hal yang membatalkan puasa. Bersumber dari buku karya Buya Yahya pengasuh PonPens Al-Bahjah Ceribon. Berikut ini sembilan hal yang membatalkan puasa:
  • Memasukkan sesuatu kedalam 5 lubang
  • Muntah secara sengaja
  • Bersenggama
  • Keluar mani dengan sengaja
  • Haid
  • Nifas
  • Melahirkan
  • Hilang akal
  • Murtad

Adapun penjelasnnya silahkan simak dibawah ini:

1. Memasukkan sesuatu kedalam 5 (lima) lubang

Sudah disepakati oleh para ulama’ bahwa memasukkan sesuatu ke lima lubang pada tubuh kita itu membatalkan puasa. Tapi tidak hanya sampai disini pernyataannya sob. Lima lubang yang dimaksud itu apa saja sih?
 
Lima lubang yang dimaksudkan antara lain, mulut, hidung, telinga, jalan depan (alat buang air kecil), jalan belakang (alat buang air besar).

Nah, coba simak baik-baik penjelasan dari lima lubang berikut ini:

a. Mulut

Pada dasarnya, memasukkan sesuatu baik itu makanan atau apapun kedalam mulut adalah membatalkan puasa. Tapi ingat, jangan sampai disini saja dalam memahami. Jika dirinci, ada beberapa hukum yang menjelaskan. Simak baik baik.
 
#1. Membatalkan: Puasa akan batal jika makanan atau minuman yang dimasukkan ke dalam mulut itu ditelan secara sengaja.
 
Ya, jika ada seseorang yang memasukkan sesuatu baik itu makanan atau minuman, misalkan memasukkan permen atau es krim kedalam mulut, lalu menelannya, itu berarti puasanya batal. Berbeda kalau tidak ditelan. Kalau tidak ditelan tidak membatalkan, tapi ini nanti ada penjelasan dibawah.

“Lalu bagaimana kalau menelan ludah?”

Ini yang seringkali salah paham dikalangan orang awam seperti saya. Perhatikan penjelasan mengenai ludah. “Menelan ludah tidak membatalkan puasa asalkan memenuhi 3 syarat”
Adapun 3 syarat yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:
 
> Ludah kita sendiri
Mau ditelan sebanyak apapun kalau itu ludah sendiri tetap tidak akan membatalkan puasa. Tapi jika dilogika, tidak mungkin kan orang menelan ludah sebanyak-banyaknya hanya karena haus?
 
> Ludah tidak bercampur dengan sesuatu lainnya
Selagi ludah tidak bercampuh lainnya seperti makanan atau minuman atau lainnya lah yang ada di mulut, itu tidak akan membatalkan jika ditelan. Namun kalau sudah bercampur lainnya akan membatalkan puasa. 
 
Misal, anda memasukkan eskrim ke dalam mulut, tapi anda tidak menelannya dan kemudian di keluarkan. Sebelum anda membersihkan mulut anda dengan air, maka kalau anda menelan ludah anda, puasa anda akan batal sebab sudah tercampur dengan air. 
 
> Ludah masih berada ditempatnya (mulut)
Mengapa hal ini dibahas? Sebab ini kekhawatiran para ulama’ kalau seumpama ada seseorang mengeluarkan ludahnya dan menyimpannya dalam botol, lalu diminumnnya kalau sudah penuh, itu bisa membatalkan puasa. Jadi, puasa anda tidak akan batal jika anda menelan ludah yang masih berada di dalam mulut dan belum pernah sama sekali keluar dari mulut.
 
#2. Makruh (dilarang tapi tidak dosa jika dilanggar): Akan dihukumi makruh jika kita memasukkan sesuatu kedalam mulut tanpa menelannya tapi hanya untuk bermain-main. 
 
Misal, seseorang sedang berpuasa, lalu ia memasukkan es krim kedalam mulut. Tapi ia tidak menelan es krim tersebut. Itu tidak membatalkan puasa tapi dihukumi makruh. 
 
#3. Mubah (boleh dilakukan dan tidak dilarang): Akan dihukumi mubah jika seseorang mencicipi makanan tanpa ditelan. Kalau ditelan tetap membatalkan. 
 
Misal, anda memasak makanan menjelang berbuka puasa. Anda belum yakin tentang rasa masakan yang anda masak. Lalu anda mencicipi makanan tersebut dengan tujuan ingin memastikan kalau rasa makanan tersebut sudah pas. Maka puasa anda tidak akan batal, asalkan anda tidak menelannya.
 
#4. Sunnah (dianjurkan dan mendapat pahala): Akan dihukumi sunnah bila anda berkumur dalam wudhu. Ya, puasa anda tidak akan batal jika anda berwudhu dengan tetap berkumur. Tapi ingat, dengan catatan tidak boleh ditelan. Kalau ditelan tetap saja membatalkan puasa.
 
Disini ada perbedaan antara makruh, mubah, dan sunnah. Simak baik-baik:
Makruh: Jika anda memasukkan makanan kedalam mulut tanpa menelannya, lalu tanpa sengaja anda menelan makanan tersebut, entah itu karena kaget atau karena sebab lainnya, itu tetap membatalkan puasa. Apalagi kalau memasukkan makanannya tersebut dengan tujuan bermain-main. Sebab makruh pada dasarnya dilarang, tapi tidak dosa jika dilanggar.
 
Mubah: Berbeda dengan makruh, kalau anda mencicipi makanan, lalu tanpa sengaja anda menelannya, entah itu karena kaget atau karena sebab lainnya, itu tidak membatalkan puasa. Sebab tujuan anda tidak bermain-main dan hanya ingin memastikan rasa makanan sudah pas.
 
Sunnah: Sama halnya dengan mubah, kalau anda tanpa sengaja menelan air yang anda gunakan untuk berkumur wudhu, puasa anda tidak akan batal. Sebab itu sunnah. Anda akan tetap mendapatkan kesunnahan meski air yang anda buat berkumur itu tertelan secara tidak sengaja. Iangat, secara tidak sengaja tertelan.

 

b. Hidung

Memasukkan sesuatu kedalam lubang hidung itu membatalkan puasa. Tapi ada catatan. Akan batal jika apa yang dimasukkan itu menyentuh atau melewati batas. Adapun batasan yang dimaksud dalam hidup adalah ketika anda memasukkan sesuatu misalnya air, hidung anda akan terasa panas (tersengak) mendekati mata. Maka batas itulah yang jika dimasuki sesuatu akan membatalkan puasa.
 
Adapun jika anda hanya memasukkan sesuatu di lubang hidung bagian bawah, yang bisa dijangkau jemari kita, itu tidak membatalkan puasa. Meskipun anda membersihkan upil sebanyak apapun tetap tidak membatalkan puasa asal tidak sampai ke batasannya.

 

c. Telinga

Memasukkan sesuatu kedalam lubang telinga itu membatalkan puasa. Tapi yang dimaksud lubang telinga disini adalah lubang yang tidak bisa dijangkau oleh jemari kita. Adapun lubang yang masih bisa dijangkau jemari kita itu tidak membatalkan puasa.
 
Misal, jika anda membersihkan telinga anda dengan korek pembersih telinga, itu kemungkinan besar akan masuk dalam batas yang tidak bisa dijangkau jemari. Nah, otomatis jika melewati batasan tersebut akan membatalkan puasa. Tapi jika anda hanya membersihkan lubang luar saja tidak akan membatalkan puasa, yaitu lubang yang hanya bisa dijangkau jemari kita.

 

d. Jalan depan (alat buang air kecil)

Memasukkan sesuatu kedalam lubang untuk buang air kecil adalah membatalkan puasa. Baik itu secara dhorurot maupun tidak. Bahkan ketika pengobatan dan harus dimasukkan pil kedalam lubang tersebut itu tetap membatalkan puasa. 
 
Bahkan ketika bersuci (beristinja) harus berhati-hati. Wanita harus berhati-hati dalam membersihkan dan mensucikan jalan depan setelah buang air kecil. Bagi yang ingin beristinja harus membasuh pada bagian yang terbuka saja disaat jongkok. Tidak perlu memasukkan jemari ke dalam lubang untuk membersihkan. Cukup membersihkan pada bagian yang bisa terlihat ketika jongkok. Sebab jika dimasukkan akan membatalkan puasa.

 

e. Jalan belakang (Buang air besar)

Memasukkan sesuatu ke lubang belakang hukumnya sama saja dengan memasukkan sesuatu ke lubang depan. Sama-sama membatalkan. Meskipun itu dalam keadaan dhorurot pengobatan, yaitu misalnya memasukkan pil atau obat lwat lubang belakang, itu tetap membatalkan puasa. 
 
Adapun jika ingin beristinja, yaitu cukup dengan membersihkan bagian alat untuk buang air besar  dengan perut jemari tanpa harus memasukkannya ke dalam. Jika masuk ke dalam maka akan membatalkan puasa.

 

2. Muntah dengan sengaja

Muntah yang dilakukan secara sengaja akan membatalkan puasa, baik itu yang dilakukan dengan wajar maupun tidak. Seperti misalnya anda sengaja mencari bau busuk agar bisa muntah, maka itu puasanya akan batal. 
 
Namun berbeda jika muntahnya tidak sengaja. Meskipun anda muntah banyak sekali tapi secara tidak sengaja akan tetap tidak membatalkan puasa.
 
Misal, anda sedang perjalanan naik bus lalu mabuk dan muntah, itu tidak batal puasanya.
Namun jika anda muntah secara sengaja, puasanya tetap batal.
 
Nah,
tentang muntah ini, anda bisa mengembalikan pada poin ludah. Muntah
secara tidak sengaja tidak membatalkan puasa, tapi anda jangan langsung
menelan ludah jika mulut anda belum disucikan.
 
Jika
anda muntah secara tidak sengaja, sebelum menelan ludah, bersihkanlah
mulut anda terlebih dahulu dengan air untuk mensucikan didalam mulut.
Sebab jika ludah yang ditelan itu bercampur dengan sisa muntahan dalam
mulut, itu akan membatalkan puasa.

 

3. Bersenggama

Melakukan hubungan suami istri disini membatalkan puasa. Yang dimaksud bersenggama disini adalah jika seorang suami memasukkan bagian kepala kemaluannya ke lubang kemaluan sang istri dengan sengaja dan sadar kalau dirinya sedang puasa. Meskipun tidak keluar mani tetap membatalkan puasa. Dalam hal ini berlaku baik itu hubungan yang hala suami istri, hubungan haram zina, bersenggama melalui lubang belakang, atau bersenggama dengan binatang, semua itu membatalkan puasa.

Meskipun sang suami belum sepenuhnya memasukkan kemaluannya dan masih menyentuh bagian luarnya lubangnya saja, itu tetap membatalkan. Bagi suami yang membatalkan puasa dengan bersenggama akan mendapat dosa besar dan terkena kafarat dengan syarat :

  • Dilakukan oleh orang yang wajib baginya puasa
  • Dilakukan disiang bulan puasa
  • Ingat kalau sedang puasa
  • Tidak karena terpaksa
  • Mengetahui keharamannya atau dia tidak bodoh
  • Berbuka karena bersenggama

Dan baginya yang melanggar akan dikenakan hukuman:

  • Mengqodho puasanya
  • Membayar kafarat (denda)

Adapun kafarat denda yang dimaksudkan disini adalah:

  • Memerdekakan budak
  • Puasa selama dua bulan berturut-turut
  • Memberikan makan kepada 60 fakir miskin dengan syarat makanan yang bisa digunakan untuk zakat fitrah

(Denda yang harus dibayar adalah salah satu saja dengan berurutan. Jika yang pertama tidak mampu, maka pilih yang kedua, dan yang kedua tidak mampu maka pilih yang ketiga).

 

4. Keluar mani dengan sengaja

Maksudnya keluar mani disini adalah mengeluarkan mani dengan sengaja meskipun tidak dengan bersenggama. Ya, mengeluarkan mani dengan mencari sebab keluarnya mani tersebut. 
 
Misal, ada orang yang tahu kalau ia menonton video seperti itu akan mengeluarkan mani, tapi tetap saja menonton dan akhirnya keluar mani, itu dihukumi sebagai keluar mani secara sengaja. Maka puasanya akan batal. 
 
Namun ingat, tidak akan batal jika keluar maninya tidak sengaja, seperti keluar mani disaat tidur. Ya, ketika tidur, tidak sengaja mimpi basah dan mengeluarkan mani. Maka itu tidak membatalkan puasa.
 

5. Haid

Haid sudah jelas membatalkan puasa. Meskipun hanya sebentar tetap membatalkan puasa. Misalnya, anda sekarang berpuasa, lalu ketika menjelang maghrib tiba-tiba anda haid selama 2 menit atau beberapa menit, maka itu tetap membatalkan puasa. 
Tapi anda tetap harus tenang. Meskipun puasa anda batal, tapi pahala puasanya tetap akan anda dapatkan secara utuh.
 

6. Nifas

Nifas sama halnya seperti haid. Sudah jelas membatalkan puasa. Misalnya, ada orang melahirkan, ternyata setelah melahirkan tidak langsung keluar darah nifas. Dan akhirnya ia memilih puasa, setelah puasa ternyata darah nifasnya keluar, maka saat itu pula puasanya menjadi batal.
 

7. Melahirkan

Melahirkan sama halnya dengan poin 5 dan 6 yang sudah jelas membatalkan. Baik itu yang dikeluarkan bayi atau bakal bayi (keguguran) tetap membatalkan puasa. Misalnya, ada seorang wanita sedang berpuasa lalu tiba-tiba melahirkan di siang hari, maka saat itu pula puasanya menjadi batal.
 

8. Hilang akal

Sebenarnya tidak semua hilang akal itu membatalkan puasa. Sebab hilang akal ada tiga macam. Untuk penjelasannya, berikut ini 3 macam hilang akal:
 

a. Gila

Gila adalah hilang akal yang membatalkan puasa. Meskipun itu gila hanya sebentar atau hanya beberapa menit saja, itu tetap membatalkan puasa. 
 

b. Mabuk dan pingsan

Ada dua definisi dalam hal ini:
  • Jika mabuk dan pingsan tersebut secara sengaja, maka tetap membatalkan puasa meskipun mabuk dan pingsannya itu cuma sebentar. 
  • Jika mabuk atau pingsannya tidak sengaja, maka akan membatalkan puasa jika seharian penuh dan tidak bangun sebentar pun. Akan tetapi jika mabuk dan pingsannya itu masih merasakan sadar meskipun hanya sebentar atau beberapa detik saja, itu tidak akan membatalkan puasa. MISALKAN, ada seseorang setelah sahur langsung pingsan, tahu-tahu bangun sudah isya’, maka itu membatalkan puasa. Tapi jika seseorang setelah sahur lalu pingsan, dan di waktu sebelum berbuka sudah sempat sadar sebentar, maka itu tidak membatalkan puasa.

 

c. Tidur

Tidur tidak akan membatalkan puasa meskipun tidurnya seharian penuh dari setelah sahur sampai isya’. 
 

9. Murtad

Poin nomor 9 ini sudah jelas membatalkan puasa. Murtad atau keluar dari islam itu membatalkan puasa. 
 
Misalnya, ketika puasa tiba-tiba berkata kalau Nabi Muhammad bukanlah seorang Nabi, maka sudah pasti puasanya batal dan langsung keluar dari agama Islam. 
 
Contoh lainnya, misal, ketika puasa tiba-tiba menyembah berhala, maka saat itu juga puasanya batal dan keluar dari agama Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *